Hukum Dan Kriminal

Tercepat Selesaikan Proses Pilkada Di Sidrap, HMI Apresiasi Kinerja KPU, Namun Soroti 50.000 Lebih Masyarakat Tidak Menyalurkan Hak Suaranya

211
×

Tercepat Selesaikan Proses Pilkada Di Sidrap, HMI Apresiasi Kinerja KPU, Namun Soroti 50.000 Lebih Masyarakat Tidak Menyalurkan Hak Suaranya

Sebarkan artikel ini

Sidrap – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidrap menyampaikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidrap atas keberhasilan menyelesaikan rekapitulasi suara Pilkada serentak 2024 dengan sangat cepat. Kabupaten Sidrap tercatat sebagai daerah tercepat dalam menyelesaikan rekapitulasi di Sulawesi Selatan, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja keras dan profesionalitas KPU Sidrap dalam menjalankan tugasnya.

Ketua Umum HMI Cabang Sidrap, Muhammad Faiz Ansorullah menyatakan bahwa keberhasilan ini patut diapresiasi karena menunjukkan efisiensi yang tinggi serta kemampuan KPU dalam menjaga kelancaran dan akurasi proses demokrasi di Sidrap. “Ini adalah bukti nyata bahwa KPU Sidrap bekerja secara maksimal dalam menjalankan tanggung jawabnya. Prestasi ini harus dijadikan contoh bagi daerah lain,” ujarnya.

Namun, di balik prestasi tersebut, HMI menyoroti tingginya angka masyarakat Sidrap yang tidak menggunakan hak pilihnya (golput). Dihimpun dari berbagai data resmi, sebanyak 24,42 % atau sekitar kurang lebih 50 ribu dari total Daftar Pemilih Tetap 230.864 masyarakat Sidrap tidak berpartisipasi dalam Pilkada 2024. Angka ini menjadi tantangan serius bagi demokrasi di Sidrap karena menunjukkan adanya masalah yang perlu segera diatasi, baik dalam hal edukasi politik maupun partisipasi masyarakat.

HMI memandang bahwa fenomena golput ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya suara mereka dalam menentukan masa depan daerah, ketidakpercayaan terhadap proses politik, atau minimnya keterlibatan tokoh masyarakat dalam menggerakkan partisipasi.

Sebagai solusi, HMI mengusulkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, hingga tokoh agama dan masyarakat adat. Edukasi pemilu harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menggunakan hak pilih sebagai bentuk tanggung jawab dalam demokrasi.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran politik masyarakat. KPU tidak bisa bekerja sendiri, perlu ada dukungan dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan tokoh-tokoh berpengaruh untuk menyampaikan pesan pentingnya memilih kepada masyarakat, Edukasi ini tidak hanya menekankan pentingnya menggunakan hak pilih, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dampak suara mereka terhadap pembangunan daerah.” tegas Faiz.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam mengedukasi masyarakat. Ini bukan hanya tanggung jawab KPU, tetapi juga tanggung jawab kita semua sebagai bagian dari elemen bangsa. Dengan kerja bersama, kita bisa menurunkan angka golput di masa depan,” tutup Ketua umum HMI Cabang Sidrap.

Harapan besar disematkan agar pelaksanaan pilkada mendatang tidak hanya berjalan lancar dari segi teknis, tetapi juga diikuti dengan partisipasi aktif masyarakat yang lebih tinggi. Karena sejatinya, demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud dengan partisipasi yang maksimal dari rakyatnya.

Dengan adanya kerja sama dari berbagai pihak, diharapkan Pilkada mendatang tidak hanya berjalan lancar dari segi teknis, tetapi juga diiringi dengan partisipasi aktif masyarakat yang lebih tinggi. Karena partisipasi adalah kunci utama dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *