Hukum Dan Kriminal

Reset Indonesia, ini Tuntutan Aliansi Mahasiswa Sains dan Tekhnologi Saat Melakukan Unjuk Rasa di Sejumlah Titik

135
×

Reset Indonesia, ini Tuntutan Aliansi Mahasiswa Sains dan Tekhnologi Saat Melakukan Unjuk Rasa di Sejumlah Titik

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR, 4 Maret 2026 – Aliansi Mahasiswa Sains dan Teknologi (Saintek) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Seruan Aksi: Reset Indonesia” pada Rabu (4/3/2026). Aksi yang dimulai pukul 15.00-18.00 WITA ini diawali dengan titik kumpul di Fakultas Saintek, sebelum massa bergerak menuju pertigaan Pettarani–Alauddin dan berlanjut ke Kantor DPRD sementara terletak di kantor dinas PU

Ratusan mahasiswa yang mengenakan pakaian hitam sebagai simbol perlawanan dan duka atas kondisi bangsa, menyuarakan sejumlah tuntutan yang dirangkum dalam grand isu “Reset Indonesia”.

Isu tersebut mencakup pemerataan fasilitas pendidikan dan realisasi pendidikan gratis, pengembalian dan transparansi anggaran pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan guru honorer.

Selain isu pendidikan, massa aksi juga menyoroti kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai perlu dikaji ulang, serta mendesak reformasi institusi kepolisian.

Mahasiswa menuntut penghentian kriminalisasi terhadap aktivis dan meminta pencopotan Kapolda Sulawesi Selatan yang dianggap tidak mampu menegakkan supremasi hukum di wilayahnya. Mereka juga menyerukan agar kepolisian kembali pada fungsi utama sebagai pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat.


Dalam orasinya, perwakilan jenderal lapangan menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kegelisahan akademik dan tanggung jawab moral mahasiswa terhadap kondisi sosial-politik yang dinilai semakin menjauh dari cita-cita keadilan.

“Kami tidak sedang mencari panggung, kami sedang menagih tanggung jawab negara. Pendidikan adalah hak, bukan privilese,” tegasnya di hadapan massa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *