Sinjai – Mengantisipasi dampak fenomena El Nino “Godzilla” yang berpotensi menyebabkan kemarau panjang dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman, S.Ik.,MH mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Fenomena El Nino diprediksi akan menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak lingkungan, seperti kekeringan, berkurangnya sumber air, hingga meningkatnya risiko kebakaran lahan yang dapat merugikan masyarakat secara luas.
Kapolres Sinjai menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.
Ia mengingatkan bahwa kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar tidak hanya berbahaya, tetapi juga melanggar hukum dan dapat memperparah kondisi lingkungan di tengah musim kemarau panjang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan. Selain merusak ekosistem, hal tersebut juga membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda,” ujarnya. (16/4/2026).
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mulai membiasakan penggunaan air secara bijak. Mengingat potensi kekeringan yang meningkat, penghematan air menjadi langkah penting guna memastikan ketersediaan air bersih tetap terjaga untuk kebutuhan sehari-hari.
Kapolres Sinjai juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran. Respon cepat dinilai sangat penting agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
“Laporkan segera jika ada titik api. Penanganan yang cepat akan sangat membantu dalam mencegah kebakaran meluas. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga lingkungan tetap aman,” tambahnya.
Dalam upaya pencegahan, Polres Sinjai juga akan meningkatkan patroli rutin di wilayah rawan karhutla serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, seperti pemerintah daerah dan badan penanggulangan bencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana akibat El Nino.
Tidak hanya itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan serta memahami dampak buruk dari kebakaran hutan dan lahan.
Dengan adanya sinergi antara aparat Kepolisian, TNI, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan potensi dampak dari fenomena El Nino dapat diminimalisir.
Kapolres Sinjai berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
“Kami optimistis dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, kita dapat mencegah terjadinya karhutla serta menghadapi dampak El Nino dengan lebih baik. Mari kita jaga lingkungan demi masa depan yang lebih aman dan sehat,” tutupnya.












