Makassar, 1 Agustus 2026 – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, gagasan transformasi bantuan sosial dari pola konsumtif menuju bantuan sosial produktif kembali menjadi perhatian sebagai salah satu alternatif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis potensi daerah.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah Sagu Cooker Bellatrix, alat penanak sagu otomatis yang diproduksi oleh PT Sagu Cooker Indonesia. Teknologi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mengolah berbagai pangan lokal seperti papeda, kapurung, sinonggi, dan pugalu secara lebih praktis, higienis, serta efisien. Inovasi tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan, diversifikasi pangan lokal, pemberdayaan ekonomi desa, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.
Implementasi awal telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memperkenalkan sekaligus menyerahkan bantuan Sagu Cooker Bellatrix kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis inovasi daerah. Langkah ini menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang mendukung pengembangan pangan lokal, khususnya di wilayah yang menjadikan sagu sebagai pangan pokok.
Konsep bantuan sosial produktif dinilai memiliki manfaat jangka panjang dibanding bantuan yang bersifat konsumtif. Sagu Cooker Bellatrix diusulkan sebagai salah satu alternatif bantuan produktif bagi masyarakat miskin dan rentan miskin di wilayah sentra sagu Indonesia Timur. Berdasarkan simulasi kebijakan, apabila pemerintah menyalurkan satu juta unit Sagu Cooker kepada satu juta keluarga penerima manfaat, maka diperkirakan sekitar lima juta jiwa dapat merasakan manfaat langsung melalui peningkatan diversifikasi pangan, efisiensi energi rumah tangga, terbukanya peluang usaha mikro berbasis pangan lokal, hingga penguatan ketahanan pangan di kawasan Indonesia Timur.
Selain mendukung ketahanan pangan, gagasan ini juga dinilai selaras dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain pengurangan kemiskinan, penghapusan kelaparan, pertumbuhan ekonomi inklusif, pengurangan kesenjangan, serta konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.
Prof. Dr. Ir. Dorothea Agnes Rampisela, M.Sc., Guru Besar Universitas Hasanuddin sekaligus Kepala Pusat Litbang Universitas Hasanuddin Makassar yang dikenal sebagai Profesor Sagu, menyampaikan bahwa Sagu Cooker Bellatrix bukan sekadar alat elektronik rumah tangga, melainkan solusi modern yang memudahkan masyarakat Indonesia Timur mengolah pangan lokal secara lebih higienis, efisien, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas sagu sebagai identitas pangan Nusantara.
Melalui inovasi tersebut, PT Sagu Cooker Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.












