Hukum Dan Kriminal

KAPOLRES BONE HADIRI PEMBUKAAN LATIHAN POSKO I PENANGGULANGAN BENCANA “PERISAI PETIR-26”

15
×

KAPOLRES BONE HADIRI PEMBUKAAN LATIHAN POSKO I PENANGGULANGAN BENCANA “PERISAI PETIR-26”

Sebarkan artikel ini

Bone, 19 Agustus 2026 — Kapolres Bone AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri pembukaan Latihan Posko I Penanggulangan Bencana Alam Banjir Korem 141/Toddopuli Tahun Anggaran 2026 dengan sandi “PERISAI PETIR-26”, yang berlangsung di Makorem 141/Toddopuli, Rabu pagi (19/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dan diikuti oleh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah serta stakeholder terkait yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana.

Latihan Posko I ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan seluruh unsur terkait dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam banjir. Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana untuk menguji kesiapan sistem komando, koordinasi, komunikasi, serta mekanisme pengambilan keputusan dalam penanganan bencana.

Kapolres Bone AKBP Astoto Budi Rahmantyo menegaskan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan sinergitas dan koordinasi yang kuat antarlembaga. TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder harus mampu bergerak secara terpadu agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terukur.

“Sinergitas dan kesiapsiagaan bersama menjadi kunci dalam memberikan perlindungan serta pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya ketika menghadapi situasi bencana,” ujar Kapolres Bone.

Melalui pelaksanaan Latihan Posko I “PERISAI PETIR-26”, diharapkan seluruh unsur yang terlibat semakin memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta mampu membangun pola koordinasi yang efektif dalam menghadapi potensi bencana banjir.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen bersama TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana serta memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.

Dengan terbangunnya koordinasi dan sinergitas yang solid, diharapkan setiap potensi bencana dapat diantisipasi dan ditangani secara lebih cepat, profesional, serta berorientasi pada keselamatan dan kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *