Hukum Dan Kriminal

Enam Korban Selamat KLM Nurul Salsa Tiba di Jampea, Polres Selayar Kawal hingga Kembali ke Rumah

10
×

Enam Korban Selamat KLM Nurul Salsa Tiba di Jampea, Polres Selayar Kawal hingga Kembali ke Rumah

Sebarkan artikel ini

Kep. Selayar – Enam korban selamat musibah tenggelamnya KLM Nurul Salsa akhirnya tiba dengan selamat di Pulau Jampea setelah diberangkatkan dari Pelabuhan Benteng menggunakan Kapal Perintis KM Sultan Hasanuddin, Kamis (23/7/2026). Rombongan tiba di Pelabuhan Benteng Jampea, Kecamatan Pasimasunggu, sekitar pukul 22.00 WITA dan langsung mendapat penjemputan serta pengawalan hingga kembali ke keluarga masing-masing.

Enam korban tersebut yakni Andi Samad (53) dan istrinya Sitti Amang (47), warga Dusun Parang, Desa Bontomalling, Kecamatan Pasimasunggu Timur; Bau Asseng (23) dan Diskayanti (8), warga Dusun Marege, Desa Ma’munasa, Kecamatan Pasimasunggu; serta Nurmiati (46) dan anaknya Jasmal (24), warga Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu.

Sebelumnya, empat korban yakni Bau Asseng, Diskayanti, Nurmiati dan Jasmal telah dijadwalkan pulang setelah dinyatakan sehat dan mendapat izin dari tim medis RSUD KH. Hayyung Selayar. Mengetahui rekan-rekannya akan kembali ke Pulau Jampea, Andi Samad bersama istrinya Sitti Amang yang juga telah menjalani perawatan dan dalam kondisi baik memilih ikut dalam keberangkatan tersebut. Dengan demikian, sebanyak enam korban selamat KLM Nurul Salsa diberangkatkan bersama-sama menggunakan KM Sultan Hasanuddin menuju Jampea.

Setibanya di Pelabuhan Benteng Jampea, para korban disambut unsur Forkopimcam Kecamatan Pasimasunggu yg terdiri dari Camat Nur Amin Arsyad, bersama Kapolsek Pasimasunggu IPTU Haryanto, Danramil 1415-02 Pasimasunggu Lettu Rahman Tawang, personel Polsek dan Koramil Pasimasunggu serta keluarga masing-masing korban.

Dua personel Sat Samapta Polres Kepulauan Selayar yang sebelumnya ditugaskan Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, S.I.K. turut mendampingi perjalanan rombongan dari Pelabuhan Benteng hingga tiba di Jampea. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan para korban berlangsung aman hingga diserahkan kepada keluarga.

Setelah turun dari kapal, keenam korban selanjutnya diarahkan menuju Kantor Syahbandar untuk proses penyerahan kepada keluarga masing-masing. Seluruh korban dilaporkan tiba dalam kondisi baik dan stabil.

Andi Samad bersama istrinya Sitti Amang selanjutnya diantar menuju kediamannya di Desa Bontomalling menggunakan ambulans Rumah Sakit Pratama Jampea dengan pengawalan personel Polsek Pasimasunggu.

Sementara itu, Bau Asseng bersama Diskayanti melanjutkan perjalanan menuju kediamannya di Desa Ma’munasa menggunakan kendaraan milik Pemerintah Desa Ma’munasa dengan pengawalan personel Polsek Pasimasunggu.

Adapun Nurmiati bersama anaknya Jasmal melanjutkan perjalanan menuju Desa Tanamalala menggunakan perahu motor milik keluarga dan tetap mendapat pengawalan personel Polsek Pasimasunggu.

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan menyampaikan rasa syukur karena seluruh korban yang diberangkatkan dari Benteng telah tiba dengan selamat di Pulau Jampea dan dapat kembali ke tengah keluarga.

“Alhamdulillah, enam saudara kita yang selamat telah tiba dengan baik di Jampea. Sejak keberangkatan dari Benteng kami menugaskan personel untuk mendampingi perjalanan mereka, kemudian dilanjutkan oleh jajaran Polsek Pasimasunggu untuk memastikan seluruhnya sampai dan kembali kepada keluarga masing-masing dengan aman,” ungkap AKBP Didid Imawan.

Kapolres menambahkan bahwa pendampingan terhadap para korban merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan Polri pasca musibah KLM Nurul Salsa. Ia telah menginstruksikan jajaran Polsek Pasimasunggu untuk terus memantau kondisi para korban setelah kembali ke kediaman masing-masing.

“Kami berharap setelah kembali dan berkumpul bersama keluarga, kondisi fisik maupun psikologis mereka semakin pulih. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang membantu proses pemulangan, mulai dari pihak kapal, pemerintah kecamatan, TNI, tenaga kesehatan, pemerintah desa, personel Polres dan Polsek, serta seluruh pihak yang telah membantu,” tambahnya.

Kapolres kembali menyampaikan doa dan harapan agar para korban KLM Nurul Salsa yang hingga kini masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan sehingga keluarga yang masih menunggu mendapatkan kepastian.

Dengan tibanya enam korban tersebut di Pulau Jampea, rangkaian pendampingan Polres Kepulauan Selayar tidak berhenti pada proses evakuasi dan perawatan. Pengawalan hingga para korban kembali ke rumah masing-masing menjadi bagian dari upaya memastikan para penyintas dapat kembali ke lingkungan keluarga dengan aman dan melanjutkan proses pemulihan.

(Humas Polres Selayar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *