MAKASSAR – Karo Ops Polda Sulsel Kombes Pol Bambang Widjanarko, SIK.,M.Si bersama Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Dr. Pria Budi,SIK.,MH menggelar Lat Pra Operasi Keselamatan Pallawa 2026 di Aula Biru Ditlantas Polda Sulsel. Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini di ikuti oleh Wadir Lantas Polda Sulsel AKBP Erwin Syah,SIK.,MH, Pejabat Utama Ditlantas Polda Sulsel, Para Kabag Ops dan Kasat Lantas Jajaran, Para Perwira, Bintara Serta Peserta Lat Pra Ops.
Karo Ops Polda Sulsel pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, Lat pra operasi keselamatan yang di laksanakan hari ini sebagai sarana pembelajaran dan pembekalan bagi setiap personel yang akan melaksanakan kegiatan operasi.
“Lat Pra Ops bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan anggota, sesuai dengan peran, fungsi dan bidangnya masing-masing utamanya fungsi lalu lintas sebagai fungsi yang dikedepankan dalam pelaksanaan operasi keselamatan pallawa 2026 ini”, Ujarnya.
Lanjutnya, Operasi Keselamatan Pallawa 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 sampai 15 Februari 2026 dengan didukung penegakan hukum lalu lintas (dakgar lantas) menggunakan ETLE statis, ETLE mobile on board, ETLE hand held serta pemberian blanko teguran guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang aman, nyaman dan selamat khususnya di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan.
“Saya mengharapkan agar dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa 2026 ini, masing-masing Polres dapat memaksimalkan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas melalui ETLE serta melaksanakan tindakan teguran secara selektif dan prioritas. Adapun terhadap beberapa jenis pelanggaran tertentu dapat dilakukan tindakan tilang sesuai dengan kebijakan pimpinan”, Ucap Karo Ops Polda Sulsel.
Sementara Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Dr. Pria Budi mengajak kepada seluruh personel untuk tetap mengedepankan kegiatan Preemtif, Kegiatan Preventif dan Kegiatan Gakkum pada saat Operasi Keselamatan Pallawa 2026.
“Hal ini dilakukan agar jumlah kecelakaan lalu lintas termasuk korban fatalitas dan angka pelanggaran lalu lintas berkurang. Serta Meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas agar Terwujudnya situasi Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat”, Jelas Dirlantas.
Dirlantas Polda Sulsel juga menekankan beberapa hal kepada seluruh anggota yang terlibat dalam pelaksanaan operasi untuk melaksanakan tugas secara profesional, prosedural dan akuntabel dalam seluruh rangkaian kegiatan Operasi Keselamatan Pallawa-2026 Polda Sulsel.
“Hindari segala bentuk komplain dari masyarakat yang dapat menurunkan citra Polri. Hindari teguran sekecil apa pun dari pimpinan Polri, baik dari tingkat daerah maupun pusat, khususnya yang berkaitan dengan perilaku dan tindakan anggota di lapangan serta kesalahan-kesalahan administrasi dan pelaporan”, Terangnya.
Adapun sasaran Operasi Keselamatan yakni
- Kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar pabrikan
- Kendaraan bermotor yang tidak sesuai standar pabrikan, seperti menambah panjang rangka atau mengubah spesifikasi teknis (over dimension/over load),
- Kendaraan bermotor pribadi yang menggunakan sirene, rotator, dan/atau strobo yang tidak sesuai dengan peruntukannya,
- Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai dengan ketentuan atau spesifikasi yang berlaku
- Kendaraan bermotor pribadi dengan tanda nomor kendaraan bermotor berwarna hitam yang digunakan sebagai angkutan umum (travel),
- Kendaraan bermotor angkutan barang yang digunakan sebagai angkutan orang
- Kendaraan bermotor penumpang yang tidak laik jalan
- Kendaraan bermotor roda dua yang tidak menggunakan helm dan berboncengan lebih dari satu orang












