Internasional

Ini Program Polisi Sunat Personi Biddokkes Polda Sulsel, Masyarakat : Kami Sangat Bersyukur Adanya Progam ini

246
×

Ini Program Polisi Sunat Personi Biddokkes Polda Sulsel, Masyarakat : Kami Sangat Bersyukur Adanya Progam ini

Sebarkan artikel ini
Ini Program Polisi Sunat Personi Biddokkes Polda Sulsel, Masyarakat : Kami Sangat Bersyukur Adanya Progam ini
Ini Program Polisi Sunat Personi Biddokkes Polda Sulsel, Masyarakat : Kami Sangat Bersyukur Adanya Progam ini

Makassar Sulsel – Sunat/khitan merupakan suatu keharusan/kewajiban seorang laki-laki bagi yang beragama islam, bahkan jaman sekarang tindakan sunat sudah tidak berhubungan dengan agama. Seiring perkembangan medis dan hasil dari beberapa penelitian yang menerangkan bahwa ternyata mempunyai resiko bahaya jika tidak sunat dan manfaatnya.
Sehingga beberapa agama selain Islam juga sudah melakukan tindakan sunat pada anak laki-lakinya.

Sunat lebih utama dilakukan saat usia anak-anak karena memang lebih mudah dilakukan ketika masih anak-anak, juga proses penyembuhan lebih cepat.

Menurut penelitian dari sisi medis ada beberapa bahaya jika tidak melakukan sunat yaitu:
Sunat mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular seperti human papilloma virus (HPV) dan penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis.
Mencegah terjadinya penyakit pada penis seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebutfimosis. Ini adalah kondisi saat kulup penis yang tidak disunat sulit untuk ditarik. Kondisi ini bisa menyebabkan radang pada kepala penis yang disebut balanitis.

Mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang dapat merujuk kepada masalah ginjal. Infeksi ini umumnya lebih sering terjadi pada orang yang tidak menjalani sunat.
Mengurangi risiko kanker penis.
Mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan. Risiko kanker serviks menurun pada wanita yang pasangannya telah menjalani prosedur sirkumsisi.

Membuat kesehatan penis lebih terjaga. Penis yang disunat lebih mudah dibersihkan, sehingga kesehatannya lebih terjamin dibandingkan yang tidak disunat sehingga bisa mencegah terjadinya peradangan, mengingat ujung penis merupakan tepat tumbuhnya bakteri dan jamur.

Metode sunatpun kini sudah bermacam-macam dan berkembang seiring berkembangnya tekhnologi dibidang medis, adapun beberapa metode yaitu metode tradisional, metode konvensional/sirkum sisi, metode laser, metode smartklem, metode sunatron dan metode lem yang lagi trend

Metode lem saat ini yang paling banyak diminati oleh masyarakat kalangan menengah keatas, karena tidak menggunakan jarum suntik, tidak dijahit dan tidak diverban dan alat potongnya menggunakan elektrik counter (laser). Untuk biaya sunat lem ini berkisar antara 1,5 JT – 2,5 JT.

Menurut Praktisi sunat metode ini sekarang yang paling banyak diminati masyarkat khususnya masyarakat kalangan atas karena minim nyeri dan proses penyembuhan lebih cepat tentunya anak-anak mereka tidak takut lagi disunat namun biayanya juga fantastis karena bahan habis pakai yang digunakan juga cukup mahal.

Menariknya ada 3 orang Personil Uryankes Subbid Kespol Biddokkes Polda Sulsel Bripka Amirullah Hamzah, Bripda Hamzah dan Bripda Muh. Fadli Akbar.

Dikantor mereka dijuluki sebagai Polisi Sunat karena memiliki program sunat gratis kepada warga prasejahtera yang dilakukan di wilayah Makassar dan kabupaten sekitar Makassar.

Pak Desa Sanjai bapak A. Muhammad Arsal., S.Ip mengatakan kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Kapolri Biddokkes Polda Makassar khususnya kepada Pak Bripka Amirullah dan tim sunat yang telah melakukan sunat gratis dengan metode lem kepada 2 orang anak warga

“kami dalam hal ini anak keluarga
Prasejahtera (kurang mampu) yaitu:
Fauzan Abuzar 12 th, kelas 6 SD. Anak tunggal dari ibu Ernawati pekerjaan ibu rumah tangga, ayah Fauzan Jumardi kerja serabutan dan sebagai nelayan”Ujarnya

Mifta Fadil Saka 12 th, kelas 6 SD, cita-cita ingin mengabdi pada institusi Polri, anak tunggal dari ibu Ramlia guru honorer yang sudah mengabdi selama 10 tahun lebih di sekolah SD Negri 162 Sinjai timur dan bapak Taswim bekerja sebagai Petani.

“Kami sangat bersyukur karena warga kami mendapatkan kesempatan merasakan sunat gratis bahkan dapat sertifikat, celana sunat dan hadiah gratis. Biasanya Pak Amirullah hanya melakukan sunat gratis di wilayah Makassar dan sekitarnya, Sekarang bisa hadir di Sinjai Timur. Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena masih banyak yang membutuhkan terutama diwilayah kami” Jelasnya

Bripka Amirullah mengatakan sebenarnya kegiatan ini kami laksanakan hanya di wilayah Makassar, Gowa, Maros dan takalar yang bisa dijangkau beberapa menit dari Makassar tapi bersamaan ada kegiatan rutin penyuluhan kesehatan Uryankes Biddokkes Polda Sulsel pada Personel Polres Sinjai, sambil mengisi waktu luang menunggu kegiatan esok hari.

” kami mencari target anak keluarga Prasejahtera yang ingin disunat tapi belum punya biaya tentunya berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah setempat dan juga agar keluarga prasejahtera bisa merasakan sunat metode terbaru, bukan hanya menunggu sunat massal menggunakan metode konvensional karena menurut saya semua warga negara mempunyai hak yang sama dan perlakuan yang sama dimata negara” Harapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *