Hukum Dan Kriminal

Kapolres Luwu dan Wakil Bupati Satukan Dua Desa, Perdamaian Baramamase–Kalibamamase Jadi Momentum Kebangkitan Persaudaraan

58
×

Kapolres Luwu dan Wakil Bupati Satukan Dua Desa, Perdamaian Baramamase–Kalibamamase Jadi Momentum Kebangkitan Persaudaraan

Sebarkan artikel ini

| LUWU — Upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Luwu kembali diperlihatkan melalui kegiatan mediasi dan perdamaian pasca tawuran antar kelompok pemuda Desa Baramamase dan Desa Kalibamamase, Kecamatan Walenrang, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Serbaguna UPT SMKN 4 Luwu tersebut dipimpin langsung Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., didampingi Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, S.H., mewakili Bupati Luwu, serta dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala desa, hingga para pemuda dari kedua desa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Kasat Intelkam Polres Luwu AKP Sumarre Usman, S.H., Kasat Binmas AKP Petrus Sandalle, Kasat Lantas AKP H. Alwi, S.Pd., M.Si., Kapolsek Walenrang AKP Abdul Azis, Camat Walenrang Ikram, S.Sos., Danramil 1403-07 Walenrang Kapten Infantri Illang, Anggota DPRD Kabupaten Luwu Zeth Ida Parente dan Yan Samma, Kepala Desa Baramamase Syamsul Baso, S.IP, serta Kepala Desa Kalibamamase Rusli Bara.

Dalam sambutannya, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu menyampaikan pesan menyentuh kepada para pemuda agar mampu berpikir visioner dan tidak mudah terprovokasi oleh konflik yang hanya akan merugikan diri sendiri maupun keluarga.

“Menang jadi arang, kalah jadi abu. Tidak ada yang diuntungkan dari sebuah pertikaian. Masa depan kalian jauh lebih penting untuk dipikirkan,” tegas Kapolres Luwu.

Ia juga menekankan bahwa keamanan dan ketertiban bukan semata tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan harus tumbuh dari kesadaran seluruh masyarakat, khususnya generasi muda.

“Personel masih kami siagakan di wilayah ini, termasuk Tim UKL, namun itu tidak selamanya. Keamanan kamtibmas harus lahir dari kesadaran diri kita masing-masing,” ujarnya.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, AKBP Adnan Pandibu turut menyampaikan kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Luwu.

“Ada darah Luwu yang mengalir dalam diri saya, karena nenek saya berasal dari Rampi’. Karena itu saya tidak ingin melihat tanah ini terus diwarnai pertikaian antar saudara,” ungkapnya yang disambut haru peserta kegiatan.

Kapolres Luwu juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persaudaraan, menghentikan aksi balas dendam, serta membangun masa depan daerah dengan semangat persatuan dan kedamaian.

Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu mengaku sedih atas konflik yang terjadi, mengingat kedua desa tersebut sejatinya masih memiliki hubungan kekeluargaan dan sejarah yang sama sebagai bagian dari rumpun besar Tombang Raya.

“Kita ini keluarga. Jangan lagi ada air mata karena pertikaian antar saudara sendiri. Pertemuan hari ini saya berharap menjadi pertemuan pertama dan terakhir dalam suasana konflik. Kalau ada pertemuan lagi, biarlah itu pertemuan dalam suasana kekeluargaan dan kebahagiaan,” tutur Wakil Bupati Luwu dengan penuh haru.

Ia juga mengajak seluruh pemuda dan masyarakat kedua desa untuk saling berjabat tangan, merangkul satu sama lain, serta bersama-sama menjaga nama baik kampung halaman dan Kabupaten Luwu.

Selain sambutan dari Forkopimda, kegiatan juga diisi dengan penyampaian dukungan perdamaian dari Anggota DPRD Kabupaten Luwu, kepala desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang seluruhnya berharap konflik serupa tidak kembali terjadi.

Sebagai bentuk komitmen bersama, sebanyak 10 pemuda Desa Baramamase dan 10 pemuda Desa Kalibamamase melakukan penandatanganan surat pernyataan damai yang dilanjutkan dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta kegiatan.

Pertemuan damai itu bukan sekadar forum mediasi, namun menjadi momentum lahirnya kembali semangat persaudaraan di tanah Walenrang. Di tengah haru yang menyelimuti ruangan, jabat tangan para pemuda dari kedua desa menjadi simbol bahwa perdamaian selalu memiliki tempat lebih mulia dibanding permusuhan.

Polres Luwu bersama seluruh unsur Forkopimda berharap, komitmen damai yang telah disepakati dapat terus dijaga demi menciptakan generasi muda yang kuat, bermartabat, serta mampu menjadi pelopor keamanan dan persatuan di Kabupaten Luwu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *