Makassar – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 144 kejadian kecelakaan lalu lintas selama tujuh hari pelaksanaan Operasi Patuh Pallawa 2026, terhitung 26 Oktober hingga 1 November 2026.
Berdasarkan data perbandingan periode yang sama pada tahun 2025, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan tipis dari 142 kejadian menjadi 144 kejadian atau meningkat sebesar 1,41 persen.
Meski demikian, sejumlah indikator dampak kecelakaan menunjukkan penurunan. Korban meninggal dunia turun dari 10 orang pada 2025 menjadi 5 orang pada 2026, atau berkurang 50 persen. Korban luka berat menurun dari 6 orang menjadi 1 orang, sedangkan korban luka ringan turun dari 207 orang menjadi 186 orang atau berkurang 10,14 persen.
Sementara itu, kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan dari Rp214,45 juta menjadi Rp126,3 juta, atau turun sebesar 41,11 persen.
Ditlantas Polda Sulsel juga mencatat sebanyak 8.948 tindakan penindakan pelanggaran lalu lintas, meningkat 33,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 6.727 tindakan.
Peningkatan penindakan didominasi oleh penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile. Penindakan ETLE statis meningkat dari 363 menjadi 1.755 tindakan, sedangkan ETLE Mobile meningkat dari 963 menjadi 3.536 tindakan. Selain itu, teguran simpatik tercatat sebanyak 3.576 tindakan, sementara penindakan non-ETLE terhadap pelanggaran melawan arus mencapai 81 tindakan.
Dirlantas Polda Sulsel melalui Kabag Bin Ops, Kompol Gani, menyampaikan bahwa data tersebut menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan Operasi Patuh Pallawa 2026, khususnya dalam upaya menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.
Menurutnya, peningkatan jumlah kejadian kecelakaan, meskipun relatif kecil, tetap menjadi perhatian serius bagi jajaran kepolisian. Upaya pencegahan perlu terus diperkuat melalui edukasi, sosialisasi, pengawasan, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Tren harian selama periode operasi menunjukkan bahwa jumlah kejadian kecelakaan berfluktuasi. Pada 26 Oktober tercatat 34 kejadian, meningkat menjadi 38 kejadian pada 27 Oktober, kemudian turun menjadi 18 kejadian pada 28 Oktober. Angka tersebut kembali naik menjadi 29 kejadian pada 29 Oktober, sebelum menurun menjadi 9 kejadian pada 30 Oktober, 12 kejadian pada 31 Oktober, dan 4 kejadian pada 1 November 2026.
Kompol Gani menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, penggunaan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, penggunaan sabuk keselamatan bagi pengemudi dan penumpang kendaraan roda empat, serta menghindari penggunaan telepon seluler saat berkendara merupakan langkah penting dalam mencegah kecelakaan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga konsentrasi selama berkendara, mematuhi rambu dan marka jalan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan.
Untuk diketahui Operasi Masih berlangsung hingga 8 November, atau menyisahkan 1 Pekan Operasi, Ditlantas Polda Sulsel berharap pelaksanaan Operasi Patuh Pallawa 2026 dapat meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menekan angka kecelakaan dan fatalitas di wilayah Sulawesi Selatan.












