Polres Majene – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Poros Majene–Mamuju, tepatnya di Dusun Totolisi Selatan, Desa Totolisi Sendana, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Insiden tersebut melibatkan sebuah minibus dan sepeda motor yang bertabrakan dari arah berlawanan.
Kendaraan yang terlibat yakni minibus Toyota Calya berwarna putih dengan nomor polisi KT 1976 WQ yang dikemudikan oleh Lahmad Mirdad (56), seorang wiraswasta asal Kabupaten Sidrap. Sementara itu, sepeda motor Yamaha MX King tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dikendarai oleh Muh. Akbar (24), warga Desa Binanga, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene.
Personel Polsek Sendana yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal serta mengamankan situasi di sekitar tempat kejadian perkara.
Berdasarkan kronologis kejadian, mobil Toyota Calya yang dikemudikan Lahmad Mirdad bergerak dari arah Majene menuju Mamuju. Saat tiba di lokasi kejadian, dari arah berlawanan datang sepeda motor Yamaha MX King yang dikendarai Muh. Akbar. Diduga karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan, dengan benturan terjadi di bagian depan mobil.
Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor mengalami sejumlah luka serius, di antaranya bengkak pada dahi, luka robek pada mulut, luka lecet pada tangan dan kaki, serta patah pada bagian paha kiri. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Sendana untuk mendapatkan penanganan awal sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Majene untuk perawatan lebih lanjut.
Sementara itu, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Sendana, AKP H. Ashari, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menangani kasus ini dan mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya pada malam hari.
“Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum digunakan. Kewaspadaan sangat penting, terutama di jalur poros yang rawan kecelakaan,” ujar AKP H. Ashari.












