Uncategorized

Opini : NDP HMI SEBAGAI GUIDANCE DALAM MEMBANGUN PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

245
×

Opini : NDP HMI SEBAGAI GUIDANCE DALAM MEMBANGUN PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

Sebarkan artikel ini

Oleh : Amsir Peserta Advance Training Badko HMI Jambi

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi dan pemimpin di kawasan Asia Tenggara. Namun, untuk mencapai hal ini, kita perlu mengatasi beberapa tantangan krusial yang sedang dihadapi saat ini. Dibutuhkan sebuah konsep dan inovasi ekonomi terbarukan oleh seluruh komponen masyarakat yang ada, baik dari pemerintah maupun masyarakat dan terlebih lagi HMI sebagai keterwakilan pemuda yang sejak tahun 1947 menunjukan komitmen kebangsaanya sampai dengan eksistensinya hari ini.
Dengan kehadiran Himpunan Mahasiswa Islam sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan untuk kepentingan bangsa dan negara serta mempromosikan nilai-nilai Islam di bumi pertiwi memiliki peran besar dalam menjawab permasalahan-permasalahan yang ada, seperti halnya organisasi lain yang setingkat HMI di dunia mahasiswa. Perlu dipahami bahwa HMI juga dihadapkan pada berbagai tantangan dan perubahan dalam dinamika sosial dan ekonomi di Indonesia sebagai suati aspek yang takkala pentingnya perlu dipikirkan.
Maka melalui salah satu dokumen organisasi yang ada di HMI, yakni dikenal dengan sebutan NDP (Nilai-nilai dasar Perjuangan HMI) yang mana merupakan landasan ideologi bagi kader-kadernya dalam berperan memperjuangkan masyarakat adil makmur sebagaimana cita-cita organisasi dan cita-bangsa dalam tumbuhnya ekonomi nasional menjadi masyarakat yang sejahtera.
Dijelaskan didalamnya pentingnya keadilan dalam masyarakat digarisbawahi dalam NDP HMI BAB 6 Keadilan Sosial dan Keadilan Ekonomi, dan pemeliharaan keadilan terutama merupakan tanggungjawab masyarakat, dimana pemerintah atau tokoh masyarakat memainkan peran utama dalam upaya ini. Rakyat harus membentuk pemerintahan, harus demokratis, dan rakyat harus bertanggungjawab.
Rentetan permasalahan mendasar dan permasalahan yang lebih kompleks dihadapi oleh indonesia dalam mengatur laju pertumbuhan ekonomi nasional, contohnya saja penyalahgunaan kekuasaan atau jabatan untuk keuntungan diri sendiri. memberikan pekerjaan atau tunjangan kepada anggota keluarga atau kenalan dekat tanpa mempertimbangkan kualifikasi mereka serta sederet masalah dibidang ekonomi lainnya seperti keterbatasan lapangan pekerjaann, tantangan fiskal dan moneter akibat dari ekonomi global dan nasional, kecakapan digital dalam bidang ekonomi dan masih banyak lagi. Tentunya melalui panduan nilai (value) yang termaktub di NDP HMI yang dicetuskan cak nur tentunya merujuk kepada sumber hukum islam yakni Al-Qur’an dan Hadis maka dalam upaya menjaga keadilan ekonomi berarti relevansi ekonomi islam dan model ekonomi nasional diharapkan mampu mencapai keadilan ekonomi yang dicita-citakan.
Dengan demikian segenap tawaran solusi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui peranan HMI dengan panduan NDP di uraikan sebagai berikut:

  1. Ketimpangan Ekonomi: Salah satu isu utama yang perlu ditangani adalah ketimpangan ekonomi yang masih tinggi. Kesenjangan antara kaya dan miskin terus melebar, mengancam stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Resolusi: Pemerintah perlu mengadopsi kebijakan yang mendukung pembangunan ekonomi inklusif, dengan memberikan akses yang sama kepada pendidikan berkualitas, pelatihan keterampilan, dan peluang usaha bagi semua lapisan masyarakat.

  1. Ketahanan Pangan: Ketahanan pangan menjadi semakin rentan karena perubahan iklim dan kerentanan terhadap bencana alam. Penurunan produktivitas pertanian dan ketidakstabilan harga pangan dapat mengancam kesejahteraan dan stabilitas sosial. Diperlukan investasi yang lebih besar dalam pertanian berkelanjutan, teknologi pertanian modern, serta pengembangan sistem distribusi pangan yang efisien dan adil untuk memastikan ketersediaan pangan yang mencukupi bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Infrastruktur yang Terintegrasi: Infrastruktur yang kurang berkualitas dan merata di seluruh wilayah Indonesia menjadi hambatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti transportasi, energi, dan komunikasi. Pemerintah harus memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan merata di seluruh wilayah Indonesia, dengan fokus pada peningkatan konektivitas antar kota dan desa serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi.
  3. Peningkatan SDM atau mempersiapkan ekonom (pengusaha-pengusaha profesional) : Kualitas sdm yang rendah dan akses yang terbatas masih menjadi masalah serius di banyak daerah, menghambat potensi pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pemerintah harus meningkatkan investasi dalam peningkatan dari tingkat dasar hingga tinggi, dengan fokus pada peningkatan akses, mutu, skil dan relevansi kurikulum untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tuntutan global.
  4. Perlindungan Lingkungan: Kepentingan jangka pendek sering kali mengalahkan kebutuhan jangka panjang untuk menjaga lingkungan hidup yang sehat dan lestari. Eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan yang tidak dapat diperbaiki. Pemerintah harus mengambil langkah tegas untuk melindungi lingkungan, termasuk penerapan regulasi yang ketat terhadap industri yang merusak lingkungan, promosi energi terbarukan, serta investasi dalam program konservasi dan rehabilitasi lingkungan.
    Melalui komitmen dan kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, dan lembaga internasional serta keterlibatan pemuda tentunya, Indonesia dapat mengatasi tantangan-tantangan ini dan membangun masa depan yang lebih cerah dalam menumbuhkan ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *