Hukum Dan Kriminal

Subuh Keliling di Masjid Nurut Tamam, Kapolres Majene Serap Aspirasi Warga dan Tampung Beragam Keluhan Kamtibmas

2
×

Subuh Keliling di Masjid Nurut Tamam, Kapolres Majene Serap Aspirasi Warga dan Tampung Beragam Keluhan Kamtibmas

Sebarkan artikel ini

MAJENE – Upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat terus dilakukan Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., M.M. Salah satunya melalui kegiatan Subuh Keliling yang kali ini dipusatkan di Masjid Nurut Tamam, Lingkungan Tamo Dhua, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sabtu (7/11/2026) subuh.

Kegiatan yang mengusung semangat Polisi Bersama Masyarakat tersebut tidak sekadar menjadi ajang ibadah bersama, tetapi juga ruang dialog terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan, keluhan, serta aspirasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Diawali dengan pelaksanaan Sholat Subuh berjamaah, Kapolres Majene kemudian duduk bersama para jamaah untuk berdialog secara langsung. Dalam suasana penuh keakraban, masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dirasakan di lingkungan mereka.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Majene didampingi Kabag Ops, Kasat Samapta, Kanit Bhabinkamtibmas serta personel Bhabinkamtibmas.

Pada kesempatan itu, AKBP Muhammad Amiruddin mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat persatuan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap aktivitas rumah kos, menyusul adanya keresahan masyarakat terkait kos-kosan yang dihuni laki-laki dan perempuan secara bercampur. Selain itu, para orang tua diimbau agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak remaja sehingga tidak terjerumus dalam kenakalan remaja, balap liar maupun penyalahgunaan narkoba.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada Bhabinkamtibmas maupun Polsek Banggae. Warga juga dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 yang bebas pulsa untuk memperoleh bantuan kepolisian.

Sementara itu, dalam sesi dialog, sejumlah persoalan mencuat dan menjadi perhatian serius. Warga menyampaikan keresahan terkait dugaan peredaran obat-obatan terlarang dan narkotika, aktivitas rumah kos yang dinilai kurang terkontrol, hingga penyelenggaraan hiburan malam yang disebut berlangsung melewati batas waktu izin operasional.

Persoalan lain yang turut disampaikan menyangkut distribusi BBM jenis solar yang dinilai tidak sesuai dengan jumlah dalam rekomendasi. Warga juga mengeluhkan adanya tambahan biaya sebesar Rp10.000 saat melakukan pengisian jeriken berkapasitas 35 liter.

Tak hanya itu, penggunaan knalpot bising atau knalpot brong yang mengganggu kenyamanan, terutama saat masyarakat beribadah dan beristirahat pada malam hari, turut menjadi sorotan.

Di bidang kebersihan lingkungan, masyarakat mengeluhkan tumpukan sampah di kawasan pesisir Pantai Tamo dan Tamo Dhua. Mereka berharap armada truk pengangkut sampah dapat menjangkau lingkungan tersebut agar persoalan sampah tidak terus berlarut-larut.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres Majene menegaskan bahwa seluruh keluhan, aduan dan aspirasi masyarakat telah ditampung untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Koordinasi dengan pihak terkait juga diperlukan agar setiap persoalan dapat dicarikan solusi yang tepat.

Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, Kapolres Majene berharap komunikasi antara Polri dan masyarakat semakin terbuka. Sebab, menjaga keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Dengan demikian, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendengarkan, mencari solusi, dan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman serta kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *